Jumat, 15 Januari 2016

BENTENG ROTTERDAM

A. Pengertian Benteng
Benteng yang dalam bahasa Inggris bernama “fort” memiliki dua pengertian yaitu pengertian secara sempit dan pengertian secara luas. Pengertian secara sempit benteng memiliki arti yaitu tempat berlindung atau tempat bertahan sedangkan dalam arti luas benteng memiliki arti yaitu tempat untuk mengawasi dan mengontrol daerah jajahan beserta arus perdagangan yang sangat penting pengaruhnya di daerah tersebut. Biasanya benteng terbuat dari batu yang kuat dan keras yang umumnya berbentuk kubus ataupun bulat sehingga segala penjuru benteng dapat diawasi. Selain itu di benteng juga telah terpasang beberapa meriam sebagai tindakan antisipasi serangan musuh dan terbukti selama berabad – abad bahwa meriam merupakan senjata yang ampuh dalam strategi pertahanan benteng. Selain beberapa pengertian tadi dapat diartikan juga bahwa benteng memiliki peran yang vital untuk menumpas pemberontakan akibat penjajahan, dan terbukti saat Belanda dapat menumpas pemberontakan Pangeran Diponegoro dengan startegi benteng stelsel. Jadi secara keseluruhan benteng memiliki peran yang amat vital dalam keberlangsungan pendudukan dan penjajahan di suatu wilayah.

B. Pengertian Benteng Rotterdam
Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu benteng di Sulawesi Selatan tepatnya di kota Makssar yang boleh dianggap megah dan menawan. Seorang wartawan New York Times, Barbara Crossette pernah menggambarkan benteng ini sebagai "the best preserved Dutch fort in Asia".Pada awalnya, benteng ini disebut dengan nama Benteng Jumpandang (Ujung Pandang). Benteng ini merupakan peninggalan sejarah Kesultanan Gowa di Sulawesi Selatan. Kesultanan ini pernah berjaya sekitar abad ke-17 dengan ibukotanya Ujung Pandang (Makassar). Kini, kesultanan ini masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah benteng yang mengitari seluruh ibukota dan daerah sekitarnya. Hanya saja, Benteng Fort Rotterdam merupakan bentang paling megah di antara benteng-benteng lainnya dan keasliannya masih terpelihara hingga kini.

C. Sejarah Benteng Rotterdam
Benteng Fort Rotterdam dibangun oleh raja ke sembilan dari kerajaan Gowa yaitu  I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna pada tahun 1545. Pada awal pembuatannya konstruksi benteng terbuat dari tanah liat. Namun pada masa pemerintahan Sultan Allaudin yaitu raja gowa ke-14, konstruksi benteng yang awalnya menggunakan tanah liat diganti menjadi batu padas. Benteng Fort rotterdam ini jika dilihat dari atas sangat unik, karena menyerupai penyu. Hal ini tidak semata-mata untuk keindahan saja. Pada waktu itu penyu mempunyai filosofi, yaitu hewan yang bisa hidup di darat maupun di laut. Demikian juga dengan kerajaan Gowa yang berjaya baik di darat maupun di laut.
Jika Dilihat dari namanya, memang terlihat bukan seperti dari Indonesia. Benteng yang letaknya di pinggir pantai sebelah barat kota makassar ini, awalnya memang bernama Benteng Ujung Pandang. Kedatangan Belanda pada masa itu membuat perubahan besar di kerajaan gowa. Sebuah perjanjian antara belanda dan kerajaan gowa yang bernama perjanjian Bungaiyya mengharuskan kerajaan gowa menyerahkan benteng ujung pandang ke belanda. Hal ini jelas sangat berpengaruh dan memiliki peran yang besar, terutama untuk keuntungan Belanda. Benteng Ujung Pandang sangat strategis lokasinya yaitu di kota Makassar yang dekat pantai sehingga dapat sebagai tempat pengawas arus perdagangan rempah – rempah dari Maluku yang melewati Makssar sebelum diteruskan ke Batavia. Kemudian oleh belanda benteng tersebut diganti menjadi benteng Fort Rotterdam. Luas Benteng Rotterdam Makassar adalah 28.595,55 meter bujur sangkar, dengan ukuran panjang setiap sisi berbeda, serta tinggi dinding berfariasi antara 5-7 meter dengan ketebalan 2 meter. Benteng Rotterdam Makassar mempunyai lima buah sudut (Bastion), yaitu :
1.      Bastion Bone terletak di sebelah barat
2.      Bastion Bacam terletak di sudut barat daya
3.      Bastion Butan terletak di sudut barat laut
4.      Bastion Mandarsyah terletak di sudut timur laut
5.      Bastion Amboina terletak di sudut tenggara

D. Fungsi Benteng Rotterdam
Seperti yang telah di jelaskan diatas bahwa benteng memiliki fungsi yang sangat erat kaitannya dengan bidang militer. Selain sebagai tempat bertahan, benteng juga merupakan tempat pengawas daerah jajahan yang ada disekitarnya. Benteng Rotterdam sendiri memiliki letak yang strategis sebagai basis militer untuk bertahan dari serangan musuh maupun sebagai tempat pengontrol wilayah jajahan. Letaknya yang dekat dengan pantai memungkinkan benteng ini dijadikan tempat pengawas untuk mengawasi arus pelayaran rempah–rempah Maluku yang merupakan jajahan Kompeni Belanda. Selain itu benteng Rotterdam juga dijadikan sebagai daerah pusat pemerintahan Belanda di Sulawesi karena dinilai memiliki system keamanan yang tinggi dan dijadikan pula sebagai tempat transit rempah-rempah dari Maluku. Untuk menunjang perannya yang sangat vital sebagai pengontrol perdagangan serta monopoli rempah-rempah, maka di benteng ini ditaruh beberapa meriam yang dapat menjangkau jarak berpuluh-puluh meter guna mengantisipasi serangan dan pemberontakan. Ditempatkan juga banyak garnisun  prajurit untuk menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan benteng dan wilayah yang berdekatan. Disamping itu benteng ini juga digunakan sebagai tempat penahanan, tokoh yang terkenal ditahan disini ialah Pangeran Diponegoro. Pada masa kolonial Jepang, benteng ini beralih fungsi menjadi pusat studi pertanian dan bahasa. Sementara setelah Indonesia merdeka, benteng ini dijadikan sebagai pusat komando yang kemudian beralih fungsi menjadi pusat kebudayaan dan seni Makassar.

E . Benteng Rotterdam Saat Ini
Setelah runtuhnya penjajahan Belanda dan Jepang benteng Rotterdam telah beralih fungsi yang sedianya memiliki peran dalam bidang militer yang sangat vital berubah dengan keadaan yang telah berubah. Saat ini benteng Rotterdam  dijadikan sebagai situs peninggalan zaman kolonial yang dilindungi dan dilestarikan karena sejarahnya yang panjang dan menarik serta meninggalkan benda-benda atau artefak sejarah yang bernilai seni tinggi. Selain itu benteng ini juga dijadikan sebagai tempat penelitian dan Seni yang disegani karena terdapat begitu banyak bahan yang dapat digunakan sebagai bahan kajian pengetahuan pada khususnya sejarah, mengenai peristiwa besar yang terjadi dan melibatkan benteng Rotterdam ini. Satu lagi yang melekat di benteng Rotterdam ialah dijadikan sebagai tempat rekreasi yang memukau dan sangat menarik untuk dikunjungi karena pemandangan serta gaya arsitektur benteng ini sangat unik dan beda dengan daerah yang lain. Selain itu sejarahnya yang panjang juga memiliki nilai tersendiri dimata turis yang sedang ingin berlibur namun juga ingin sembari belajar mengenai kejadian dan sejarah tempat – tempat dari masa lalu.

Sumber :
Adrisianti, Inajati, dkk. 2015. Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia Khasanah Budaya
Bendawi-Jilid 5. Jakarta : Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Direktorat Jenderal
Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 
Djoened Poesponegoro Marwati dan Notosusanto Nugroho. 2008. Sejarah Nasional Indonesia
IV. Jakarta. Balai Pustaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar